Monday, November 19, 2018

Waterbatch/ Penangas air

Waterbatch / penangas air dengan 6 lubang

 

Pengertian

Sebelum kita menggunakan waterbatch ini, alangkah baiknya jika kita mengerti apa itu waterbatch dan bagaimana cara kerjanya. Baiklah, pertama-tama kita akan menjabarkan pengertian dan juga prinsip kerja dari waterbaatch ini. Jadi, waterbatch atau penangas air adalah peralatan yang berisikan air yang dapat mempertahankan suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan. Setelah kita mengetahui pengertiannya, sekarang kita harus tau prinsip kerja dari waterbatch ini, jadi prinsip kerja dari waterbatch ini adalah memanaskan air pada suhu yang telah ditetapkan atau di set dan menjaga suhu tersebut tetap. Untuk menjaga agar suhu stabil, biasanya water batch dilengkapi dengan termostat yang sudah terhubung dengan saklar otomatis, sehingga apabila suhu sudah diatas temperatur yang seharusnya, saklar akan otomatis terputus, sehingga pemanasan tidak berlanjut, dan apabila suhu ada dobawah temperatur yang diinginkan, maka saklar akan kembali tersambung dan pemanasan akan kembali dilakukan sampai suhu tercapai kembali.

Fungsi

Waterbatch biasa digunakan untuk pemanasan pada suhu yang tidak telalu tinggi, biasa antara suhu 30 derajat Celcius sampai dengan 100 derajat Celcius ( pada foto waterbatch diatas, suhu yang bisa di set maksimal adalah 95 derajat Celcius). Pada pemakaiannya, waterbatch ini digunakan untuk menguapkan zat/ larutan yang mempunyai titik didih yang lebih rendah daripada titik didih air. Selain untuk menguapkan, biasa juga untuk memanaskan dalam suhu yang tidak terlalu panas dan langsung.


Bagian-bagian waterbatch

Waterbatch memiliki bagian-bagian penting, yaitu sebagai berikut:
  1.  Tempat knop dan tombol set suhu serta display, untuk menghidupkan, mematikan dan juga men-set suhu.
  2.  Bejana untuk tempat air, untuk menampung air yang digunakan sebagai media pemanas.
  3.  Tutup utama, untuk menutup waterbatch.
  4.  Tangas uap, untuk memasukkan/ menaruh bahan yang akan dipanaskan, sesuai dengan besar kecilnya wadah. (lubang 1-6, tergantung jenis)
  5.  Kabel power untuk menghubungkan waterbatch ke sumber listrik.
  6. Elemen pemanas, untuk memanaskan air yang ada di bejana (biasa tidak terlihat karena terindungi/ tertutup)
  7. Sensor termostat, untuk mengukur suhu air dalam bejana, biasa berbentuk seperti loga dengan panjang kurang lebih 20cm, berada di dalam bejana.

 Cara menggunakan waterbatch

  1. Sebelum menyalakan waterbatch, pastikan dulu air yang ada dalam bejana sudah terisi sesuai
    water batch / penangan air dengan 8 lubang
    dengan batas air yang tertera di waterbatch (gunakan air suling untuk mengisi waterbatch).
  2. Hubungkan kabel power ke listrik.
  3. Set suhu yang diinginkan.
  4. Tunggu sampai waterbath mencapai suhu yang diinginkan.
  5. Waterbatch siap digunakan
  6. Setelah selesai digunakan, matikan waterbatch, dengan cara tekan knop sampai masuk.
  7. Matikan aliran listrik dari sumber listrik.
  8. Bersihkan waterbatch dengan kain basah, kemudian keringkan dengan dengan kain kering dan bersih.
  9. Apabila waterbatch akan disimpan, kosongkan air yang ada di dalam waterbatch.
Untuk lebih jelasnya, bisa klik disini untuk melihat videonya

Itulah beberapa uraian dari alat laboratorium waterbatch yang bisa kami sampaikan, terimakasih atas kunjungannya, mohon maaf jikalau masih ada kekurangan, jangan lupa untuk koment dibawah dan juga like facebook kita di infolaborat, kritik dan saran akan sangat membantu kami dalam berkembang dan memberikan yang terbaik untuk pembaca sekalian.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar