Tuesday, November 24, 2015

Prinsip Kerja Kolorimeter


Kolorimetri

Kolorimetri adalah suatu metoda analisis kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dengan detektor mata. Alat yang digunakan untuk analisa kolorimetri adalah kolonimeter. Oleh karena itu metoda spektroskopi sinar tampak disebut juga dengan metoda kolorimetri.
Prinsip dasar dari metoda kolorimetri visual adalah tercapainya kesamaan warna antara sampel dan standar apabila jumlah molekul penyerap yang dilewati sinar pada ke dua sisi larutan persis sama. Persyaratan larutan yang harus dipenuhi untuk absorbsi sinar tampak adalah larutan harus berwarna.  Sehingga untuk larutan yang tidak berwarna harus ditambah dengan pengompleks, misal pada saat uji nitrit maka larutan ditambah dengan Naptylamin Sulfonik Acit sehingga sample menjadi berwarna. Tua atau mudanya suatu warna larutan tergantung kepekatannya
Syarat pewarnaan ini antara lain :
1. Warna yang terbentuk harus stabil
2. Reaksi pewarnaan harus selektif 
3. Larutan harus transparan
4. Kesensitifannya tinggi
5. Ketepatan ulang tinggi
6. Warna yang terbentuk harus merupakan fungsi dari konsentrasi
Dalam visual kolorimetri biasanya dipakai cahaya putih dari matahari atau cahaya lampu biasa dan biasanya dipakai alat-alat pembanding yang sederhana yang disebut dengan color comparator atau pembanding warna. Bila sebagai pengganti ketajaman mata kita diganti dengan suatu photoelectric detektor maka alat itu disebut kolorimeter photoelectric.

Diskcomparator

 

Metoda kolorimetri terbagi atas 2 bagian yaitu :

 A. Metoda kolorimetri visual  (Menggunakan mata sebagai detektornya)

Metoda kolorimetri visual ini ada 4 macam yaitu :
1. Metoda Standar Seri (Metoda Nessler)
 Pada prinsipnya metode ini adlah dengan membandingkan warna sampel dengan standar. 
2. Metoda Kesetimbangan
     Pada metoda ini dilakukan cara membandingkan larutan sampel dengan larutan standar yang didasarkan padaketebalan larutan standar yang divariasikan 

3. Metoda Pengenceran
     Menggunakan satu zat standar, kemudian sampel diencerkan sampai warna sampel mempunyai intensitas yang sama dengan standar.

4. Metoda Standar Sintetis

          B. Metoda Metoda fotometri  (Menggunakan fotosel sebagai detektornya )

Source :http://id.scribd.com/doc/170403366/KAI-Kolorimetri7

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar