Friday, September 11, 2015

Rubber bulb / Pipet filler

Pengenalan  Rubber bulb / Pipet filler

   Rubber bulb adalah alat dasar yang harus dimiliki pada suatu laboratorium. Meskipun tergolong alat yang dasar tetapi keberadaannya sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan dalam kegiatan praktikum maupun eksperimen di laboratorium.

    Sebelum membahas bagian-bagian rubber bulb dan cara penggunaan rubber bulb,akan kami bahas beberapa istilah yang digunkan untuk menyebutkan alat ini. Nama yang digunakan untuk menyebut alat ini. Ada yang menyebut dengan istilah pipet filler,  ada yang menyebut dengan istilah karet penghisap bahkan ada yang menyebutkan dengan istilah filler saja. Istilah nama tersebut adalah untuk menyebutkan alat yang sama.
    Meskipun penggunaan  rubber bulb tergolong sederhana akan tetapi kemungkinan beberapa sahabat sekali membutuhkan informasi mengenai nama bagian-bagian rubber bulb dan cara menggunakan rubber bulb. Berikut akan kami paparkan beberapa hal yang berkaitan dengan alat ini

Fungsi


       Setelah membaca paparan singkat mengenai rubber bulb selanjutnya akan kita bahas mengenai fungsi atau kegunaan alat ini. Rubber bulb adalah  alat bantu yang berfungsi untuk meneyedot larutan. Rubber bulb akan sangat dibutuhkan pada saat mengambil larutan pekat atau larutan yang berbahaya / beracun. Rubber bulb akan berguna apabila keberadaannya dikombinasikan dengan alat ukur berupa pipet, baik pipet ukur maupun pipet gondok atau pipet volume. Rubber bulb   diapasang pada pangkal pipet ukur maupun pipet volume.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video  Cara Menggunakan Rubber Bulb 

 Bagian - bagian Ruber bulb / Pipet filler

     Rubber bulb terbuat dari karet yang elastis, karet pembuat filler terbuat dari bahan yang tahan terhadap bahan kimia. Filler  mempunya 3 bagian utama, bagian bagian tersebut  yang masing masing mempunyai katup.
Bagian-bagian Rubber bulp:
1. Katup Aspirate ( A)
    Katup aspirate biasanya terletak dibagian atas dan disimbolkan dengan huruf A.
    Katup ini berfungsi untuk mengeluarkan udara yang ada didalam filler.
2. Katup Suction (S)
    Katup Suction biasanya terletak dibagian tengah dan disimbolkan dengan huruf S
    Katup ini berfungsi untuk menyedot larutan .
3. Katup Exhaust (E)
    Katup Exhaust biasanya terletak dibagian bawah dan disimbolkan dengan huruf E
    Katup ini berfungsi mengeluarkan caairan yang ada didalam pipet

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini :


Cara Menggunakan Rubber Bulb

 1.  Pasang ujung pipet dibagian bawah rubber bulb dengan cara sedikit ditekan seperti gambar dibawah ini


 2. Setalah pipet dihubungkan dengan Ruber bulb angkat dengan kedua tangan, tangan kanan memegang ruber bulb dan tangan kiri memegang pipet secara perlahan. Arahkan pipet ke larutan /cairan yang akan diambil / disedot dengan menggunakan tangan kiri. Tekan katup Aspirate(A) kemudian kempeskan Rubber bulp agar angin yang terperangkap didalam ruber bulb keluar.

 3. Setelah angin dikeluarkan sedot cairan dengan menekan katup Suction (S), jangan sampai melebihi skala pipet (silahkan pelajari cara penggunaan alat ukur  disini) dan  jangan sampai larutan masukkan ke rubber bulb karena hal ini dapat menyebabkan rubber bulb cepat rusak. Lihat gambar dibawah ini :

4. Setelah pipet terisi dengan larutan atau cairan sesuai yang dibutuhkan kemudian keluarkan larutan cairan ke tempat lain dengan cara mengangkat dengan kedua tangan seperti langkah no 1. Arahkan pipet ke dalam tempat lain. Sesuai volume yang dikehendaki dengan cara menekan katup Exhaust (E) secara perlahan-lahan dan dalam posisi pipet tegak lurus, tunggu bebearapa sampai larutan sudah keluar dengan sempurna. Silahkan kunjungi cara menggunaka alat ukur disini. Lihatlah gambar dibawah ini.

  Perawatan

    Agar rubber bulb bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama, sebelum disimpan usahakan alat ini dalam kondisi kering dan tidak ada residu laruta. Usahakan rubber bulb kering baik bagian dalam maupun bagian luar. Dalam jangka waktu yang lama bahan-bahan kimia residu akan bereaksi dengan rubber bulb sehingga alat ini menjadi rusak.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video Cara menggunakan Rubber Bulb

     Sebenarnya masih ada banyak informasi tentang ruber bulb, namun karena keterbatasan kami, kami hanya dapat memberikan beberapa hal saja. Demikian pemaparan singkat mengenai rubber bulp atau pipet filler. Semoga informasi yang saya paparkan bermanfaat untuk Anda sekalian. Kami akan mencoba membahas informasi seputar laboratorium di kesempatan yang lain. Silahkan kunjungi kembali www.infolaborat.com
..
     Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga artikel dari kami memberikan manfaat. Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik dan saran, serta mengikuti informasi  berikutnya, 
sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak ..

2 comments:

  1. Terima kasih atas ulasannya yg detil dan sangat membantu, sukses dan bahagia selalu berbagi.amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih juga atas kunjungannya, semoga ulasan ini bermanfaat untu teman-teman semuan.amin

      Delete

Terimakasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar