Thursday, September 10, 2015

PENGGUNAAN ALAT UKUR LABORATORIUM



Teknik Mengukur Volume Cair

     Setelah mengetahui nama-nama ala ukur dilaboratorium , lebih dalam kita akan membahas mengenai teknik mengukur dengan berbagai alat ukur dan beberapa penjelasan alat ukur  sesuai dengan ketelitian dan penggunaanya .Berbagai jenis peralatan yang dapat digunakan untuk mengukur volume cairan antara lain pipet ukur, pipet volume , gelas ukur, buret dan lain-lain. masing masing alat ukur mempunyai fungsi dan ketelitian yang berbeda. Keakuratan hasil pengukuran juka akan dipengaruhi oleh kondisi alat ukur tersebut. Oleh karena itu sebelum digunakan untuk mengukur volume cairan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan , antara lain :

  • Peralatan harus dalam kondisi bersih dan kering, pada saat pencucian ynang perlu diperhatikan adalah jenis bahan cuci yang akan digunakan dan cara pengeringannya. reisdu bahan yang tertinggal didalam alat ukur itu akan mempengaruhi ketelitian atau keakuratan volume yang diukur. oleh karena itu langkah pertama merupakan langkah-langkah yang sangat penting dalam melakukan pengukuran

  • Setelah itu paastikan bahwa alat yang digunakan dalam kondisi baik. pastikan alat tidak mengalami kerusakan misalnya tidak ada keretakan atau ada bagian yang pecah.

  • Memilih alat ukur yang sesuai, berdasarkan tingkat ketelitian yang dikehendaki.

  • Untuk menyedot cairan yang berbahaya harus menggunakan alat bantu hisap /pipet filler / rubber bulb ( pelajari selengkapnya disini), mengantisipasi supaya cairan tidak tertelan. Karena jika langsung disedot secara langsung akan sangat beresiko.

  • Pembacaan sekala harus pada posisi datar, artinya bahwa arah pandang mata sejajar dengan posisi skala yang ditunjukkan. Kalau posisi lengkungan kebawah berarti skala yang diambil adalah miniskus yang bawah ( cekungan yang bawah), sedangkan kalau cembug ke atas berarti skala yang diambil adalah pada miniskus yang atas.

  • Pada saat pembacaan skala posisi cairan dalam kondisi tenang / tidak bergerak.

  • Tidak ada gelembung udara yang terperangkap, apabila ada gelembung udara  pada saat pengukuran cairan, maka harus dikeluarkan dahulu.

  • Pada saat menggunakan pipet baik itu pipet ukur maupun pipet volum, jika pada ujung masih terdapat cairan maka jangan ditiup, biarkan keluarkan dengan sendirinya. 
  • Larutan / cairan yang diambil tidak dalam kondisi panas. Karena panas mengakibatkan pemuaian pada zat.



Teknik Menggunakan Pipet Volume, Pipet Ukur dan Gelas Ukur

 


Prinsip         : Melakukan Pengukuran Volume cairan dengan berbagai alat gelas dengan tepat.

Alat              :

  1. Gelas Ukur 100 ml
  2. Pipet Ukur 10 ml
  3. Pipet Filler / Rubber bulb

Bahan :

  1. Aquades
  2. Tissue

Langkah Kerja:

  1.  Sebelum Menggunakan alat ukur volume pastikan kodisi salat dalam kondisi bersih dang kering
  2. Mengisi gelas ukur dengan aquades sebnyak 100 ml kemudian diletakkan diatas meja agar dikondisikan dalam keadaan diam / tenang
  3. Baca Skala Volume aquades dengan cara membaca tanda berupa garis melingkar yang menunjukkan batas tinggi cairan pada volume tertentu. Sebagai batas pembacaan adalah bagian bawah permukaan lengkung cairan (meminiskus). Kemudian melakukan pembacaan dengan menggunakan 3 cara:                                                                       a. Pembacaan skala dengan posisi lebih keatas membentuk sudut 450 dari skala   miniskus,                                                                                                                                       b. Pembacaan dengan posisi datar / arah mata sejajar dengan miniskus,                            c.  Pembacaan dengan posisi lebih bawah membentuk sudut 450 ­dari skala miniskus  
  4. Catat hasil pembacaan masing-masing cara diatas. Pembacaan 2a akan  menunjukkan   hasil yang lebih besar dengan nialai sebenarnya sedangkan pembacaan 2c akan menunjukkan hasil pembacaan yang lebih kecil. Sehingga dapat dikatakan bahwa posisi pembacaan pada cara 2a dan 2c adalah posisi yang salah. Posisi yang benar pada saat pembacaan skala pada alat ukur adalah sejajar dengan miniskus yang ditunjukkan.
  5. Lakukan dengan cara yang sama untuk alat ukur pipet ukur, pipet volume disesuaikan dengan ukuran maksimal alat ukur, kemudian melakukan langkah 2 dan 3 diatas.
  6.  
       Sebenarnya masih ada banyak informasi tentang ruber bulb, namun karena keterbatasan kami, kami hanya dapat memberikan beberapa hal saja. Demikian pemaparan singkat mengenai rubber bulp atau pipet filler. Semoga informasi yang saya paparkan bermanfaat untuk Anda sekalian. Kami akan mencoba membahas informasi seputar laboratorium di kesempatan yang lain. Silahkan kunjungi kembali www.infolaborat.com
    ..
         Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga artikel dari kami memberikan manfaat. Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik dan saran, serta mengikuti informasi  berikutnya,
    sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak ..

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar