Tuesday, November 24, 2015

Preparasi Sample

Preparasi Sampel Kolorimeter Lovibond

Sebelum sampel dan blangko dimasukkan kedalam tabung nessler,  perlu dilakukan preparasi terlebih dahulu. Preparasi sample dan blangko sangat bervariasi tergantung apa yang akan diuji. Dibawah ini contoh preparasi sampel dan blangko untuk beberapa macam  zat antara lain:

1. Preparasi blangko dan sample untuk mencari kadar fe
     Preparasi sampel :
 Mengambil 25 ml sampel kemudian ditambahkan dengan 5 ml 1,10-phenanthroline monohidrate, 5 ml nstrium asetat trihidrate, 0,5 ml hydroxylammonium chloride. Kemudian masukkan kedalam labu ukur 50 ml dan tambahkan aquades sampai tanda tera. dalam hal ini kita melakukan pengenceran sebanyak 2 kali (FP=2)
      Preparasi Blangko :
Mengambil 25 ml aquades kemudian ditambahkan dengan 5 ml 1,10-phenanthroline monohidrate, 5 ml nstrium asetat trihidrate, 0,5 ml hydroxylammonium chloride. Kemudian masukkan kedalam labu ukur 50 ml dan tambahkan aquades sampai tanda tera

2. Preparasi blangko dan sample untuk mencari kadar Nitrite
    Preparasi sampel
Menimbang 5 gram sampel larutka kedalam aquades tambahkan 1ml Naptylamin Sulfonik Acit, kemudian tambahkan sampai volume 50 ml / tanda pada tabung nessler.
    Preparasi Blangko : 

Prinsip Kerja Kolorimeter


Kolorimetri

Kolorimetri adalah suatu metoda analisis kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dengan detektor mata. Alat yang digunakan untuk analisa kolorimetri adalah kolonimeter. Oleh karena itu metoda spektroskopi sinar tampak disebut juga dengan metoda kolorimetri.
Prinsip dasar dari metoda kolorimetri visual adalah tercapainya kesamaan warna antara sampel dan standar apabila jumlah molekul penyerap yang dilewati sinar pada ke dua sisi larutan persis sama. Persyaratan larutan yang harus dipenuhi untuk absorbsi sinar tampak adalah larutan harus berwarna.  Sehingga untuk larutan yang tidak berwarna harus ditambah dengan pengompleks, misal pada saat uji nitrit maka larutan ditambah dengan Naptylamin Sulfonik Acit sehingga sample menjadi berwarna. Tua atau mudanya suatu warna larutan tergantung kepekatannya
Syarat pewarnaan ini antara lain :
1. Warna yang terbentuk harus stabil
2. Reaksi pewarnaan harus selektif 
3. Larutan harus transparan
4. Kesensitifannya tinggi
5. Ketepatan ulang tinggi
6. Warna yang terbentuk harus merupakan fungsi dari konsentrasi
Dalam visual kolorimetri biasanya dipakai cahaya putih dari matahari atau cahaya lampu biasa dan biasanya dipakai alat-alat pembanding yang sederhana yang disebut dengan color comparator atau pembanding warna. Bila sebagai pengganti ketajaman mata kita diganti dengan suatu photoelectric detektor maka alat itu disebut kolorimeter photoelectric.

Diskcomparator

 

Metoda kolorimetri terbagi atas 2 bagian yaitu :

 A. Metoda kolorimetri visual  (Menggunakan mata sebagai detektornya)

Metoda kolorimetri visual ini ada 4 macam yaitu :
1. Metoda Standar Seri (Metoda Nessler)
 Pada prinsipnya metode ini adlah dengan membandingkan warna sampel dengan standar. 
2. Metoda Kesetimbangan
     Pada metoda ini dilakukan cara membandingkan larutan sampel dengan larutan standar yang didasarkan padaketebalan larutan standar yang divariasikan 

3. Metoda Pengenceran
     Menggunakan satu zat standar, kemudian sampel diencerkan sampai warna sampel mempunyai intensitas yang sama dengan standar.

4. Metoda Standar Sintetis

          B. Metoda Metoda fotometri  (Menggunakan fotosel sebagai detektornya )

Source :http://id.scribd.com/doc/170403366/KAI-Kolorimetri7

KOLORIMETER LOVIBOND

A. Prinsip Kerja Kolorimeter

               Kolorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui konsentrasi suatu zat yang didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dengan detektor mata.  Lihat selengkapnya 

B. Bagian-bagian Kolorimeter Lovibond

 

C.Cara penggunaan Kolorimeter Lovibond

  1. Sebelum menggunakan Colorimeter lovibond  pastikan bahwa keadaan alat masih normal, ada 2 tabung  Nessler  dan tersedia sumber listrik.
  2. Preparasi sampel dan Preparasi Blanko.Lihat selengkapnya
  3. Masukkan sampel dan blangko pada tabung  Nessler.
  4. Buka tempat tabung  Nessler .
  5. Letakkan kedua tabung  Nessler pada Colorimeter lovibond bagian kiri untuk blangko dan sebelah kanan untuk sampel, Kemudian pasang Diskomparator yang sesuai dengan sampel yang diuji.
  6. Hubungkan Colorimeter lovibond dengan sumber listrik kemudian tekan tombol power ON, maka lampu akan menyala.
  7. Putar diskomparator sampai terlihat warna yang sama antara warna sampel dengan blangko.
  8. Catat angka yang ditunjukkan pada diskomparator.
  9. Apabila terlihat warna sampel lebih gelap, maka dilakukan pengenceran sampai mendapatkan warna yang sesuai.
  10. Apabila pengujian dirasa sudah cukup, maka matikan colorimeter lovibond  dengan cara menekan saklar power off.
  11. Cabut aliran listrik.
  12. Simpan alat dalam kondisi bersih.

D. Perhitungan


  • Misal pada diskomparator  terlihat 0,02 itu berarti bahwa  nitrit  yang terkandung dalam sampel sebanyak 0,02mg dalam 50ml.
  • Apabila dikonversi  kedalam satuan ppm (mg/1000 ml)
               0,002 mg / 50 ml = x / 1000 ml
                           50  . x     =  0,02 . 1000
                                  X     = 20 / 50
                                  X     =  0,4 ppm  
    • Jadi kadar nitrit dengan metode colorimeter  yang terdapat pada sampel sebanyak 0,4 ppm
  •  Apabila dilakukan pengenceran maka hasil perhitungan dikalikan Faktor pengencer (FP).
                        Misal mengambil 25ml dijadikan menjadi 50 ml, berarti FP=2
                        Hasil perhitungan = X . FP = 0,4 ppm . 2 =0.8
                        Jadi konsentrasi nitrit yang terkandung sebesar 0,8 ppm

Tuesday, September 22, 2015

POLARIMETER



POLARIMETER  (POLAX-2L  ATAGO)

            Pemutaran bidang Polarisasi yang terjadi jika sinar terpolarisasi dilewatkan melalui cairan. Pemutaran bidang polarisasi tersebut adalah pada suhu tertentu, dan setiap bahan yang mengalami pemutaran bidang polarisasi dapat berputar ke arah kanan atau kiri.
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan sinar natrium pada lapisan cairan setebal 1 dm. Alat yang digunakan adalah polarimeter. Bila ketepatan 0,030 C, alat tersebut menunjukkan harga 00 dan 1800 pada air suling


Tuesday, September 15, 2015

COLONY COUNTER


COLONY COUNTER

Adalah alat bantu yang digunakan untu menghitung koloni bakteri yang ditumbuhkan di media yang disimpan dalam cawan petridish. Jenis colony counter ada yang otomatis dan semi otomatis, untuk yang otomatis adalah penghitungan jumlah sudah dilakukan secara otomatis oleh sistem komputerisasi. Sedangkan yang semi otomatis adalah perhitungan dengan cara menyentuh bakteri yang tumbuh kemudian alat akan menghitung secara otomatis.
Selengkapnya buka video cara menggunakan colony counter

ABBE Refractometer

REFRAKTOMETRI

                Refraktometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur konsentrasi dari bahan yang terlarut dengan memanfaatkan indeks bias suatu cahaya. Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya diruang hampa dengan kecepatan cahaya pada zat tersebut atau perbandingan antara sinus sudut jatuh dan sinus sudut bias.

Monday, September 14, 2015

HAND-HELD REFRACTOMETER



REFRAKTOMETRI

Refraktometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur konsentrasi dari bahan yang terlarut dengan memanfaatkan indeks bias suatu cahaya. Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya diruang hampa dengan kecepatan cahaya pada zat tersebut atau perbandingan antara sinus sudut jatuh dan sinus sudut bias.
                Prinsip Kerja alat refraktometer adalah menggunakan prinsip pembiasan. Pembiasan adalah penyinaran yang menembus dua macam media dengan kerapatan yang berbeda,. Karena perbedaan kerapatan tersebut, akan terjadi perubahan arah sinar. Panjang gelombang dari sinar tersebut adalah 589,3 ±0,3 nm, yang selaras dengan garis-garis spektrum sinar natrium.

HAND-HELD REFRACTOMETER 

Friday, September 11, 2015

Rubber bulb / Pipet filler

Pengenalan  Rubber bulb / Pipet filler

   Rubber bulb adalah alat dasar yang harus dimiliki pada suatu laboratorium. Meskipun tergolong alat yang dasar tetapi keberadaannya sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan dalam kegiatan praktikum maupun eksperimen di laboratorium.

    Sebelum membahas bagian-bagian rubber bulb dan cara penggunaan rubber bulb,akan kami bahas beberapa istilah yang digunkan untuk menyebutkan alat ini. Nama yang digunakan untuk menyebut alat ini. Ada yang menyebut dengan istilah pipet filler,  ada yang menyebut dengan istilah karet penghisap bahkan ada yang menyebutkan dengan istilah filler saja. Istilah nama tersebut adalah untuk menyebutkan alat yang sama.
    Meskipun penggunaan  rubber bulb tergolong sederhana akan tetapi kemungkinan beberapa sahabat sekali membutuhkan informasi mengenai nama bagian-bagian rubber bulb dan cara menggunakan rubber bulb. Berikut akan kami paparkan beberapa hal yang berkaitan dengan alat ini

Thursday, September 10, 2015

PENGGUNAAN ALAT UKUR LABORATORIUM



Teknik Mengukur Volume Cair

     Setelah mengetahui nama-nama ala ukur dilaboratorium , lebih dalam kita akan membahas mengenai teknik mengukur dengan berbagai alat ukur dan beberapa penjelasan alat ukur  sesuai dengan ketelitian dan penggunaanya .Berbagai jenis peralatan yang dapat digunakan untuk mengukur volume cairan antara lain pipet ukur, pipet volume , gelas ukur, buret dan lain-lain. masing masing alat ukur mempunyai fungsi dan ketelitian yang berbeda. Keakuratan hasil pengukuran juka akan dipengaruhi oleh kondisi alat ukur tersebut. Oleh karena itu sebelum digunakan untuk mengukur volume cairan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan , antara lain :

  • Peralatan harus dalam kondisi bersih dan kering, pada saat pencucian ynang perlu diperhatikan adalah jenis bahan cuci yang akan digunakan dan cara pengeringannya. reisdu bahan yang tertinggal didalam alat ukur itu akan mempengaruhi ketelitian atau keakuratan volume yang diukur. oleh karena itu langkah pertama merupakan langkah-langkah yang sangat penting dalam melakukan pengukuran

  • Setelah itu paastikan bahwa alat yang digunakan dalam kondisi baik. pastikan alat tidak mengalami kerusakan misalnya tidak ada keretakan atau ada bagian yang pecah.

  • Memilih alat ukur yang sesuai, berdasarkan tingkat ketelitian yang dikehendaki.